
Berbicara tentang masalah keteladanan, Rasulullah memang sangat pantas menjadi sosok idola yang bisa diteladani oleh setiap manusia dimanaoun berada, apa pun profesinya. Inilah kelebihan Rasulullah Saw karena Allah sendiri dengan jelas menyatakan dalam firman-Nya bahwa terdapat suri tauladan yang baik dalm diri Rasululla Saw. Siapa pun ada, jika ingin sukses dunia akhirat, contohlah Rasulullah, karena Rasulullah adalah diibaratkan sebagai Al Qur’an Hidup. Panduan Muslim memang Al Qur’an yang merupakan firman Allah, namun contoh penerapan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dapat kita lihat dari kepribadian Rasulullah Saw. Subhanallah. Muncul sebuah pertanyaan, apakah semua kepribadian Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari wajib kita teladani?
Mungkin sebagian dari anda menjawab iya, namun sebagian lainnya menjawab tidak. KH. Quraisy Syihab dalam sebuah ceramahnya menjelaskan tentang hal ini. Ternyata tidak semua kepribadian Rasulullah Saw wajib kita teladani. Ada hal-hal tertentu yang bahkan tidak wajib kita teladani karena statusnya sebagai seorang Rasul, sedangkan kita hanyalah manusia biasa. Dalam hal ini, Rasulullah memiliki 5 macam kedudukan atau status yang harus diperhatikan oleh tiap muslim.
- Sebagai seorang Rasul Allah Artinya beliau menjadi utusan Allah yang menyampaikan risalah-Nya untuk seluruh ummat manusia. Dalma kedudukannya sebagai Rasul, kita wajib 100 % mengikuti beliau, meskipun seringkali kita tidak mengerti hikmah dibalik ajaran-Nya.
- Sebagai Mufti atau Pemberi Fatwa Dalam posisi beliau ini, semua fatwa yang beliau keluarkan itu berlaku untuk semua orang, tidak hanya satu orang atau golongan saja. Contohnya, ketika beliau ditanya tentang bagaimana hukum air laut untuk bersesuci. Maka jawab beliau adalah air laut adalah suci dan mensucikan.
- Sebagai Hakim yang memutuskan suatu perkara. Berbeda dengan no. 2, posisi beliau dalam sebagai hakim ini hanya berlaku untuk orang atau golongan yang bersangkutan saja, tidak untuk semua orang. Sebagai contoh, Nabi pernah ditanya tentang amal apa yang paling utama. Pada orang tersebut ia menjawab shalat (karena Nabi tahu orang tersebut jarang shalat). Dilain waktu Nabi ditanya amal apa yang paling utama, beliau menjawab berbakti pada kedua orang tua (karena beliau tahu orang tersebut kurang berbakti pada ibu bapaknya). Sekilas tampak adanya kontradiksi diantara pendapat Nabi tentang satu pertanyaan sama. Tetapi sebenarnya tidak. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, Nabi bertindak sebagai hakim yang memutuskan suatu perkara bagi orang yang bersangkutan. Ini tidak berlaku untuk semua orang.
- Sebagai Pemimpin Nabi bertindak sebagai seorang ulil amri pemimpin sebuah negeri. Beliau memerintah rakyatnya layaknya seorang pemimpin lain. Dalam posisi ini tidak semua hal harus diteladani, tetapi diambil hikmahnya saja dari semua tindakan yang telah beliau lakukan.
- Sebagai Pribadi Muslim Nabi juga seorang manusia biasa (walaupun tidak seperti manusia kebanyakan). Makan segala tingkah lakunya pun menyerupai manusia pada umumnya seperti makan, tidur, nikah dll. Dalam hal ini juga, tidak semua tindakan Nabi harus diteladani seluruhnya. Sebagai contoh, Nabi beristri banyak (sampai 9 orang). Sedangkan Al Qur’an melarang seseorang beristri lebih dari 4 orang. Nah, ini kan tidak boleh diikuti. Hikmahnya ternyata, agar semua perilaku kehidupan sehari-hari beliau banyak diketahui oleh orang lain (dalam hal ini istrinya yang banyak). Nabi itu berambut panjang, kita tidak harus mengikutinya.
Selain itu, dalam ajaran agama seringkali ada hal-hal yang tidak terjangkau nalar. Kita seringkali bertanya mengapa harus melakukan hal ini atau itu. Inilah yang disebut Ibadah Murni yang harus kita teladani 100 persen dari Nabi karena kedudukannya sebagai seorang Rasul. Ada beberapa hal yang dilakukan Nabi, tetapi kita tidak mesti mengikutinya hanya saja kita mengambil hikmah atau nilai (esensi)nya saja, tidak persis sama dengan yang dilakukan Nabi. Bahkan ada pula beberapa tindakan Nabi yang tidak bisa teladani atau ikuti karena kedudukannya berbeda dengan kita yaitu sebagai Rasul pilihan Allah. Yang jelas, marilah sejenak luangkan waktu di hari ini untuk bershalawat kepadanya…

0 komentar:
Posting Komentar